Korban Kedua Sodomi di JIS Dikerjai Berulang Kali (+Komentar Pedas Para Facebookers)

Ihsan Magazine - Korban kedua pelecehan seksual di JIS mengaku, pelaku sudah melakukan tindakan itu berkali-kali di ruang kelas dan di toilet.
 Foto: Ada korban lain kekerasan seks di Jakarta International School (JIS). Korban ini adalah teman sekelas AK, bocah 6 tahun yang disodomi dua petugas kebersihan JIS.  Korban dan orangtuanya sudah melaporkan peristiwa memilukan itu ke KPAI.   "Berdasarkan keterangan dan hasil investigasi, ternyata guru pun sudah mengetahui adanya tindakan kekerasan di sekolah."   Selengkapnya di sini==> http://bit.ly/1iKAAAo
"Saya shock mendengar laporan ini. Kami akan terus dorong pihak kepolisian untuk usut pelaku pelecehan ini," kata Erlinda, Sekretaris Komisi Perlinduangan Anak Indonesia (KPAI) di kantornya, Rabu (23/4/2014).
Tanpa mengungkap identitas korban ataupun keluarga, Erlinda mengatakan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki dan merupakan teman sekelas AK, korban pertama kekerasan seksual di TK JIS.

Menurut pengakuan korban kepada KPAI, kejahatan itu terjadi ketika korban sedang membuat senjata mainan dari gulungan tisu toilet di dalam kelas pada jam istirahat, sekitar pukul 11.00 WIB.

Tiba-tiba pelaku yang merupakan petugas kebersihan (cleaning service) mendorong korban ke sebuah ruang yang tidak dilengkapi kamera CCTV, dan melakukan perbuatannya.

Menurut Erlinda, KPAI akan berdialog dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta pihak kepolisian untuk terus melakukan penyidikan.

"Kami minta semua karyawan di JIS tes darah, termasuk karyawan pengganti di Pattimura," ujar Erlinda.
Sebelumnya diberitakan, KPAI menerima laporan dari seorang siswa lain di TK JIS bahwa dia juga mengalami kekerasan seksual.

Korban merupakan teman AK, siswa TK JIS yang menjadi korban kejahatan seksual petugas kebersihan sekolah.

Dalam kasus AK, polisi telah menetapkan dua tersangka, yakni Awan dan Agun.

Top Comment :

Fatimah Ajja Jelas jelas ada yg d sembunyikan d sekolah JIS.
ada orng tua korban yg melapor pda guru,bhwa anaknya korban sodomi d bln januari 2014.tpi oleh guru itu orng tua gk boleh lapor polisi smntara si anak akan d dampingi fisikolog dri sekolah trsebut.ini jls2 ada yg d tutupi.... BONGKAR PAK POLISI KASUS INI SMPAI TUNTAS!!!!


Winda Astrina Rahardjo Banyak kejanggalan.. pertama, ko ad ya anak TK ke toilet ga ditemenin gurunya, minimal tetap dk pengawasan guru lahh.. kedua.. anak TK lama2 di toiler knp jg ga dicari sm gurux.. di sekolah anak gw yg ga harus bayar 20jt per bulan aj.. kalo muridnya mau ke toilet gurunya masih mau ngawasin muridx.. makax buat para orangtua.. ga usah terbuai sm embel2 internasional dan fasilitas sekolah.. yg penting guru2x berakhlak.. 

Komentar Anda :

Yunita Elinovianti tutup JIS secara permanen,nggak cocok sekolah itu di indonesia,aplg diknas lalai mengawasi sekolah2 internasional macam ini.adat ketimuran bisa terlindas dg pola pendidikan ala kebarat2an...

Ione Lex's Anthony sekolah International hanyalah kedok bagi pelaku Fedopilia, emang kalau sudah bertitel International itu bagus?????? ini pelajaran bagi kita semua,,,, cintailah INDONESIA jgn mengedepankan GENGSI....

Arlacimuet Cliquers II Cuuukkk... Grai pegel t0k ae ndl0k berita iki.. Pelakune njaluk'e di s0domi genten kr linggis karuan smpek m0dar nuw.. Gek wayae ky0 sc0lah'e JIS di tutup ae.. Ben g enek k0rban neh. 

Neyna Hatorry Kok beraninya ama anak kecil.......ngono iku pelakune iku nek wes kcekel....kon disodomi wae ........sampek matek ..ben kapok...kepenak en nggur di hukum 15 th....mben metu....yo bakakan kek gt lagi...huuuhhh...garai geregeten tok.....manusia tah uduk iku  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar